
https://www.tempo.co/investigasi/vale-indonesia-tambang-nikel-kolaka-1219821Inti Berita
Tempo memuat jawaban resmi atau hak jawab PT Vale Indonesia (di bawah holding MIND ID) atas seri liputan dampak tambang nikel di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Vale menolak dipersalahkan tunggal atas kekeruhan sungai, sedimentasi, banjir, dan turunnya hasil panen.
Perusahaan menyatakan operasi Pomalaa masih fase konstruksi, telah menerapkan good mining practice, kualitas air limpasan harian memenuhi baku mutu, dan pencemaran Sungai Oko-oko bisa berasal dari perusahaan lain di DAS yang sama.
Argumen Inti
Tezis Vale: dampak lingkungan dapat dicegah dan dimitigasi melalui praktik tambang baik berbasis AMDAL; indikator kualitas air memenuhi standar; atribusi pencemaran harus berhati-hati karena wilayah tangkapan Sungai Oko-oko berbatasan dengan konsesi lain. Karena itu, menyalahkan Vale saja dianggap tidak berdasar.
Lead Gagasan
Jawaban berbentuk tanya-jawab yang menanggapi poin liputan: sumber air warga, banjir/lumpur, produktivitas sawah, dan temuan LSM.
Alur Pikir
(1) klaim kepatuhan dan mitigasi (AMDAL/geohidrologi), (2) status proyek masih konstruksi di Pomalaa, (3) infrastruktur pengendalian sedimen dan pemantauan harian yang memenuhi baku mutu, (4) kemungkinan kontribusi pencemaran dari perusahaan lain di hulu/DAS, (5) narasi dukungan Vale pada sektor pertanian setempat.
Argumen Utama & Poin Penopang
- Kepatuhan dan mitigasi (good mining practice)
Penapisan risiko lingkungan-sosial sejak pra-kegiatan, mengacu pada AMDAL dan studi geohidrologi untuk memetakan rona awal sumber mata air masyarakat. - Pembelaan tahap kegiatan (fase konstruksi)
Blok Pomalaa disebut belum masuk tahap penambangan; dampak besar yang dituduhkan dinilai tidak sejalan dengan tahap kegiatan saat ini. - Kualitas limpasan memenuhi baku mutu
Ada kolam pengendapan dan monitoring harian; hasilnya diklaim sesuai standar meski sungai dilaporkan keruh dan terjadi sedimentasi di pesisir. Ini pilar teknis bantahan. - Atribusi alternatif (multi-pelaku di satu DAS)
Pada Sungai Oko-oko, area tangkapan air berbatasan dengan beberapa konsesi, sehingga sumber pencemaran bisa majemuk; Vale menyebut pelaporan rutin dan membuka diri untuk inspeksi/audit pemerintah. - Penyeimbang sosial (dukungan pertanian/CSR)
Program dukungan pertanian ditonjolkan sebagai kontra-narasi atas keluhan penurunan hasil panen warga.
Catatan Konteks Liputan
- Jawaban ini bagian dari paket liputan Kolaka Tempo (banjir, sawah, kualitas air), terbit 13 Maret 2025.
- Temuan WALHI sebelumnya menyoroti pencemaran/kekeruhan air di Oko-oko pada wilayah operasi Vale; ini menjelaskan penekanan Vale pada baku mutu dan multi-atribusi DAS. Betahita
Kesimpulan analitis: Ini adalah pembelaan korporasi. Vale menempatkan diri sebagai patuh dan terukur serta bukan satu-satunya sumber risiko, sementara inti sengketa berada pada atribusi dampak di satu DAS yang dihuni lebih dari satu pelaku tambang.



