Mengapa Kecelakaan Kerja di Smelter Nikel Morowali Terus Berulang

By Tempo Dotco

March 10, 2025

Serikat Pekerja Industri Morowali-Kongres Pergerakan Buruh Indonesia (SPIM-KPBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Morowali, Sulawesi Tengah, 18 Februari 2025. Tempo/Yosea Arga
https://www.tempo.co/investigasi/kecelakaan-kerja-smelter-nikel-morowali-1217391

Inti Berita

Kecelakaan kerja di kawasan smelter nikel IMIP, Morowali, bersifat berulang dan sistemik. Buruh menjadi korban di tengah standar keselamatan (K3) yang dinilai lemah dan praktik hubungan industrial yang bermasalah. Perusahaan menyatakan telah meningkatkan K3 dan memberi santunan.

Tesis/Argumen Utama

Kecelakaan berulang terjadi karena kegagalan struktural: budaya keselamatan belum kuat, alat pelindung dan peralatan kerja tidak memadai, kelelahan kerja, serta tata kelola ketenagakerjaan yang tidak konsisten. Serikat Pekerja dan LSM melihat pola ini sebagai bawaan sistem produksi. Pihak perusahaan membantah sebagian temuan dan menekankan upaya perbaikan.

Lead Pemikiran

Kisah kematian Marjan Daud pada 16 Februari 2025 di fasilitas PT Ocean Sky Metal Industry menjadi pengait. Lalu liputan melebar ke aksi protes buruh, konfrontasi di kantor IMIP, dan data yang menunjukkan pola kecelakaan dari tahun ke tahun.

Pokok Argumen & Penopang

  1. Frekuensi dan Pola
    • Catatan Sembada Bersama Indonesia: 104 kecelakaan di smelter nikel sepanjang 2019–2025.
    • Data Rasamala Hijau Indonesia: 32 orang tewas di smelter dan tambang sepanjang 2024.
  2. Rangkaian Kasus Terkini
    • 16 Feb 2025: Marjan Daud meninggal saat bekerja di OSMI (dalam area IMIP).
    • 6 Feb 2025: Pekerja PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel tewas tertimpa gulungan baja.
    • 9 Feb 2025: Pekerja PT Dexin Steel Indonesia kehilangan tiga jari akibat alat diduga usang.
  3. Akar Masalah K3
    • Studi Federasi Pertambangan dan Energi KSBSI (Feb 2025): kelelahan, pengabaian SOP, PPE tidak memadai, dan kerusakan alat sebagai faktor pemicu.
    • Ketegangan pekerja lokal–tenaga kerja asing memperburuk kondisi keselamatan.
  4. Praktik Ketenagakerjaan yang Memperparah Risiko
    • Laporan Trend Asia (Sep 2024): rekrutmen tidak transparan, mutasi sepihak, dan sistem kerja yang mendorong lembur untuk upah layak.
    • Testimoni pekerja: penolakan cuti, penempatan ke area panas hingga pingsan, dan pemotongan upah meski pascakecelakaan.
  5. Posisi dan Klarifikasi Perusahaan
    • IMIP menyebut investasi pelatihan, pemantauan risiko, dua klinik, dan santunan (sekitar Rp600 juta serta dukungan pendidikan anak).
    • Klarifikasi 11 Apr 2025: perusahaan menyatakan Marjan jatuh, bukan tertimpa material 150 kg, merujuk hasil investigasi pengawas ketenagakerjaan; area molding PT Ocean ditutup sementara dengan pita pengaman.

Benang Merah

Liputan menunjukkan ketegangan antara target produksi dan keselamatan. Data lintas tahun, studi K3, serta kesaksian buruh membangun argumen bahwa masalah bukan insiden tunggal, melainkan kegagalan sistemik. Perusahaan menonjolkan perbaikan prosedur dan kompensasi, sehingga terjadi kontradiksi narasi antara pekerja/NGO dan korporasi.

Published Date:

March 10, 2025

Amplify African
Voices

Take our free online course prepared by African journalists for African journalists and become a respected voice on the climate crisis.

Start course
Image of a globe displaying Africa

Mengapa Kecelakaan Kerja di Smelter Nikel Morowali Terus Berulang